Pencurian Ternak Sumba Barat, Jowa Tewas Ditembak Polisi

LANGSUNGVIRAL.COM - Kasus pencurian ternak Sumba Barat berujung pada tewasnya Jowa Tana alias JT setelah polisi melakukan tindakan penembakan saat proses penangkapan pada Selasa, 15 September 2026. Peristiwa tersebut kemudian memicu aksi massa yang mendatangi Mapolres Sumba Barat.

Dalam liputan yang dihimpun pada 16 September 2026, kasus ini bermula dari penyelidikan polisi terhadap sejumlah laporan dugaan pencurian ternak yang disertai kekerasan maupun pencurian dengan pemberatan. Polisi menyebut perkara tersebut berkaitan dengan beberapa kejadian yang berlangsung sejak 2022 hingga 2026.

Kronologi Pencurian Ternak Sumba Barat

Salah satu perkara yang menjadi bagian penyelidikan terjadi pada 21 Februari 2026 di Kampung Waini Haingu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah.

Dalam kejadian tersebut, pemilik ternak berinisial DDH menjadi korban kekerasan. Korban mengalami sejumlah luka akibat sabetan senjata tajam, termasuk luka di bagian belakang kepala serta luka panjang di bagian punggung.

Selain perkara tersebut, polisi juga menyelidiki kasus yang terjadi pada 5 September 2026 di Desa Tana Rara, Kecamatan Loli, Sumba Barat.

Jowa sendiri disebut pernah terlibat dalam perkara pencurian dengan pemberatan pada 10 Mei 2022. Sementara itu, Agustinus Saki Beku Lingu dan Yeremias Kereng Mau disebut berkaitan dengan perkara pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada September 2026.

Penangkapan Jowa Berujung Penembakan

Polisi kemudian menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam rangkaian kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan terhadap para terduga pelaku, polisi memperoleh informasi mengenai dugaan keterlibatan Jowa.

Tim gabungan selanjutnya mendatangi kediaman Jowa di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Sumba Barat, pada Selasa, 15 September 2026.

Saat hendak diamankan, Jowa disebut mengambil sebilah parang dan melakukan perlawanan terhadap petugas. Polisi kemudian melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara.

Namun, Jowa disebut tetap berusaha melarikan diri. Petugas kemudian melakukan tindakan untuk menghentikannya. Dalam proses tersebut, Jowa terjatuh dan terkena tembakan di bagian bahu kanan.

Setelah terkena tembakan, Jowa dibawa ke Rumah Sakit Kristen Lende Moripa sekitar pukul 10.00 Wita untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, setelah menjalani penanganan, Jowa dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.20 Wita.

Pencurian Ternak Sumba Barat Picu Aksi Massa

Kematian Jowa kemudian memicu reaksi dari keluarga dan sejumlah warga. Jenazah Jowa dibawa dari rumah sakit menuju Mapolres Sumba Barat sebagai bentuk protes.

Situasi selanjutnya memanas. Massa mendatangi Mapolres Sumba Barat dan sejumlah fasilitas di lingkungan kantor polisi mengalami kerusakan. Laporan media juga menyebut adanya kendaraan yang dibakar dalam rangkaian kericuhan tersebut.

Peristiwa ini membuat penanganan perkara pencurian ternak dan insiden penembakan Jowa menjadi perhatian. Di satu sisi, polisi menyatakan tindakan dilakukan setelah Jowa disebut melakukan perlawanan menggunakan parang dan berusaha melarikan diri.

Di sisi lain, aksi massa setelah kematian Jowa menunjukkan bahwa kasus tersebut telah berkembang menjadi persoalan keamanan yang lebih luas di Sumba Barat.

Hingga pemberitaan ini disusun, rangkaian peristiwa tersebut mencakup penyelidikan kasus pencurian ternak, penangkapan sejumlah terduga pelaku, tewasnya Jowa saat proses penangkapan, hingga aksi massa yang berujung kerusakan di Mapolres Sumba Barat.

Karena itu, setiap bagian dari rangkaian peristiwa perlu dilihat berdasarkan keterangan resmi dan fakta hukum yang tersedia agar informasi mengenai kasus ini tidak berkembang menjadi kesimpulan yang belum terbukti.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak